Kamis, 21 Februari 2013

APA ITU IKHLAS

Apa sebenarnya definisi ikhlas, kenyataannya dalam memakai kata ikhlas sehari-hari timbul kesan pengertian ikhlas itu tidak jelas. Setelah itu perlu juga dijelaskan contoh-contoh perbuatan ikhlas dikehidupan sehari hari, dan bagaimana mengaplikasikan konsep ikhlas itu.

Berikut dipaparkan 3 contoh penerapan kata ikhlas.


Ada seseorang memberikan sesuatu kepada orang lain, orang yang diberi itu agak ragu menerimanya, lantas pemberi itu berkata "Ambil saja, ikhlas kok." (1)

Ada seseorang sedang amat sedih karena ditinggal mati oleh orang tuanya, lantas kita berkata kepadanya "Sudah, ikhlaskan saja."(2)

Kementerian Agama Republik Indonesia memiliki motto: Ikhlas(3)

Ada tiga kata ikhlas dalam kalimat-kalimat itu. Itu menyebabkan kita merenung apa sebetulnya ikhlas itu.

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Dalam melaksanakan ajaran agama" (Al-Bayyinah:5). Di ayat ini ikhlas itu merupakan sifat taat kepada Allah yaitu sungguh-sungguh taat.
"Ingatlah, hanya kepunyaan Allah lah agama yang ikhlas" (Al-Zumar:3). Pada ayat ini ikhlas itu berarti bersih (bersih dari syirik).




Di ceritakan Ada seorang ahli ibadah yang mengunjungi suatu kaum, kaum itu mengadu kepadanya bahwa di tempat mereka itu ada pohon yang sering disembah penduduk, mereka tidak menyembah Allah. Ahli ibadah (abid) itu marah, lantas ia membawa kampak akan menebang pohon itu. Iblis (nenek moyang setan) dalam bentuk seorang syekh menyambutnya dan berkata "Hendak kemana kamu, mudah mudahan Allah merahmati kamu." Ahli ibadah itu menjawab "Saya hendak menebang pohon ini." Iblis berkata "Apa urusanmu dengan pohon itu, kamu telah meninggalkan ibadahmu." Ahli ibadah itu menjawab "Sesungguhnya ini sebagian dari ibadahku." Iblis berkata "Aku tidak membiarkanmu menebangnya." Lantas iblis itu berkelahi dengan ahli ibadah itu. Ahli ibadah itu berhasil menangkap iblis itu dan membantingnya ke tanah dan didudukinya iblis itu. Iblis berkata "Lepaskan aku agar aku dapat berbicara denganmu." Ahli ibadah itu berdiri, lantas iblis berkata "Sesungguhnya Allah telah menggugurkan kewajibanmu menebang pohon itu; menebang pohon itu adalah tugas nabi, bukan tugasmu kecuali bila nabi menyuruhmu." Abid itu menjawab "Aku akan menebangnya."



Kemudian abid berkelahi kembali dengan iblis itu dan ia berhasil membantingnya ke tanah dan menduduki dada iblis itu. Maka iblis berkata "Apakah tidak ada keputusan yang lebih baik untuk menyelesaikan urusan kita?" Abid bertanya "Apa itu?" ."Lepaskan dahulu aku" kata iblis itu "supaya aku dapat mengatakan sesuatu kepadamu." Abid melepaskannya. Iblis itu berkata "Kamu adalah orang miskin yang bergantung pada orang lain, maukah kamu melebihi orang-orang itu sehingga kamu dapat membantu tetanggamu, kamu kenyang dan tidak lagi memerlukan bantuan orang lain." Abid menjawab "Ya." ."Pulanglah" kata iblis "aku akan menyelipkan di bawah bantalmu dua dinar setiap malam." Uang itu bisa membantu tetanggamu sehingga kamu lebih berguna bagi saudaramu, itu lebih baik dari pada kamu menebang pohon itu. Abid kemudian berpikir dan ia berkesimpulan "Syekh itu benar, saya bukan seorang nabi, Allah tidak mewajibkan saya menebang pohon itu, nabi pun tidak, menerima uang lebih bermanfaat bagi orang banyak ketimbang menebang pohon itu." Lantas Abid itu kembali ke tempat ibadahnya. Pagi pagi ada dua dinar dekat kepalanya, ia mengambilnya, begitu juga keesokan harinya. Pada pagi hari yang ketiga uang itu tidak ada.



Abid itu marah, ia mengambil kampaknya lagi hendak menebang pohon itu. la disambut iblis yang menyamar seorang syekh. Syekh (sebenarnya iblis) bertanya "Kemana?" Kata abid "Saya akan menebang pohon itu." Iblis berkata "Kamu berdusta, kamu tidak akan mampu melakukannya." Lalu abid itu memegang iblis tersebut hendak menangkapnya. Kata iblis "kamu tidak akan sanggup." Bahkan iblis yang sanggup membanting ahli ibadah itu dan menduduki dadanya sambil berkata "Akan kamu teruskan menebang pohon itu atau aku akan menyembelihmu."



Iblis berkata "Hai ahli ibadah, maukah kamu tahu mengapa kau kalah?" Kata iblis "Sesungguhnya mula-mula kamu marah karena Allah, lalu aku kalah, kali ini kamu marah karena uang (dunia) lalu kamu saya kalahkan."
Dalam cerita di atas ikhlas itu ialah melakukan sesuatu karena Allah, bukan karena uang. Karena Allah artinya karena diperintah oleh Allah. Cerita ini membenarkan firman Allah Kecuali hamba-hambaKu yang ikhlas (Shaad:83). Maksudnya, hanya hambaKu yang ikhlas yang tidak akan kalah melawan setan.




Ada pelajaran sangat penting dari cerita dan ayat itu: Orang yang ikhlas (mukhlashin) tidak akan mampu diganggu setan. Jadi orang yang ikhlas tidak usah takut kepada setan. Iblis itu nenek moyang setan. Karena itu shufi Ma'ruf al-Karkhi memukul dirinya dan berkata "Hai diri, ikhlaskanlah, niscaya kamu terlepas." Maksudnya, terlepas dari godaan setan.




Ya'qub al-Makfuf berkata "Orang yang ikhlas adalah orang yang menyembunyikan amal baiknya seperti ia menyembunyikan amal buruknya." Di sini ikhlas itu berarti amal yang tidak diketahui oleh orang lain. Sulaiman berkata "Bahagialah orang yang melakukan kebaikan selangkah tetapi karena Allah." Karena Allah di sini maksudnya adalah ikhlas. Umar bin Khattab berkata " Barang siapa ikhlas niatnya maka Allah akan memudahkannya berurusan dengan manusia." Di sini diajarkan bahwa ikhlas itu akan mempermudah segala urusan.




Setiap sesuatu itu bisa ia campuri oleh yang lain. Apabila ia bersih dari campuran lainnya maka ia disebut murni, murni itulah ikhlas; perbuatannya murni, itulah perbuatan yang ikhlas.
Ikhlas itu dalam aqidah adalah lawan isyrak (persekutuan). Bila tuhan lebih dari satu berarti tuhan itu tidak murni, tuhan bercampur dengan selain tuhan, bila tuhan tidak murni maka itu berarti tidak ikhlas. Di sini ikhlas berarti tidak syirik. Ikhlas dan syirik itu sering datang bergantian di dalam hati, untuk membedakannya ditentukan oleh niat.




Ibrahim bin Adam berkata "Ikhlas adalah niat yang benar selalu bersama Allah." Ruwaim berkata "Ikhlas dalam amal adalah tidak menghendaki balasan dunia maupun akhirat." Tetapi Al-Qadli Abu Bakar al Bayhaqi berpendapat tidak boleh tidak mengharap keuntungan dari amal, sebab yang demikian itu adalah sifat Tuhan. Kata Al-Ghazali "Itu memang benar bila yang dimaksud adalah keuntungan syahwat." Abu Utsman berkata "Ikhlas adalah lupa melihat makhluk karena hanya melihat Tuhan Maha Pencipta saja." Ini memberi isyarat tentang bahaya riya. Dari sini dapat diketahui bahwa riya dapat berakibat musyrik. Al-Muhasibi berpendapat "Ikhlas adalah memisahkan makhluk dari hubungannya dengan Tuhannya." Ini memberi isyarat semata-mata agar tidak riya. Kesimpulannya: ikhlas istiqomah pada jalan Allah, ikhlas adalah tidak musyrik, ikhlas adalah lawan riya.



Salah satu konsep ikhlas ialah wajar. Menolong orang, bila kita sanggup, adalah wajar. Ucapan terima kasih dari yang menolong tidak ada hubungannya dengan perbuatan menolong. Bila kita tersinggung karena yang ditolong tidak berterima kasih, maka pertolongan kita itu tidak ikhlas karena tidak wajar, tidaklah wajar mengharap orang mengucapkan terima kasih karena kita telah menolongnya.



Bagaimana mempraktekkan ikhlas itu dalam kehidupan sehari-hari? Untuk menjawab pertanyaan ini cukup bila kita mengambil definisi ikhlas sebagai wajar. Adalah wajar bila isteri melayani suaminya secara ikhlas, artinya isteri itu melayani suaminya konsisten menurut aturan Tuhan. Suami juga wajib melayani isterinya secara ikhlas yaitu sesuai dengan aturan Tuhan dan itu dilakukan secara konsisten atau istiqomah. Seorang atasan harus melayani bawahannya secara ikhlas, itu wajar, caranya sesuai dengan aturan dan dilakukan secara konsisten. Karyawan harus bekerja secara jujur, produktivitas tinggi, loyalitas tinggi. Ini semua wajar, bila dilakukan konsisten dan sesuai aturan maka karyawan itu telah bekerja secara ikhlas.



Koruptor adalah karyawan yang bekerja tidak ikhlas, maka institusi tempat ia bekerja pasti akan mengalami kemunduran atau kehancuran sama sekali.



Keikhlasan akan menghasilkan kemajuan, persaudaraan, loyalitas, kedamaian, dan produktivitas tinggi. Itu semua bertumpu pada penyebab: sesuai aturan dan konsisten.



Bila seseorang bekerja secara tidak ikhlas maka akan muncul akibat akibat sebaliknya: kemunduran, permusuhan, tidak loyal, produktivitas kerja menurun. Pada tingkat ekstrem karyawan tidak ikhlas dapat melakukan sabotase pada institusi tempat ia bekerja.
Jadi, keikhlasan sangat penting dan tidak ikhlas sangat berbahaya. Ikhlas menjamin berjalannya kehidupan, tidak ikhlas akan menghancurkan kehidupan

Sepuluh Jalan Penghapus Dosa


Diantara banyak amalan bagi seorang muslim dan mukmin, ada sepuluh jalan penghapus dosa. Diantaranya,

Pertama, Membaca istighfar dan selalu ingat Allah SWT (memohon ampun)

Kedua, Taubat Nasuha
Allah SWT Maha Pengampun dan Maha penerima taubat hamba-hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya, bertaubat dengan taubat nasuha, yaitu : memohon ampunan kepada-Nya, menyesali perbuatan buruknya itu, bertekad untuk tidak mengulanginya di masa-masa yang akan datang dan melakukan berbagai amal shaleh, sebagaimana firman Allah swt :

Artinya : “Dan sesungguhnya aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS. Thaha : 82)

Ketiga, Mengerjakan amal-amal kebaikan yang dapat menghapuskan dosa, sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT :


إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ


“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”. (QS : Hud :114)


Keempat, Berbagai musibah yang menimpa diri manusia yang lemah karena dosa yang sudah dilakukannya. Yang paling berat adalah musibah yang bisa mengantarkannya pada kematian serta yang paling ringan adalah duri yang menusuk dirinya dan teriknya sinar matahari yang menyengat.


Kelima, Doa orang - orang mukmin sholeh yang diperuntukkan bagi yang bersangkutan ( yang berdoa ).



Keenam, Kerasnya rasa sakit pada saat meregang nyawa serta kesulitan yang dialami oleh orang yang bersangkutan pada saat menghadapi kematiannya yang kepedihan serta rasa sakitnya tak terperikan. Semoga Allah meringankan penderitaannya bagi diri kami dan juga bagi diri kita semua pada saat yang kritis itu. Sesungguhnya Allah SWT Mahakuasa atas segala sesuatu.



Ketujuh, Adzab kubur. Tahukah anda apakah adzab khubur itu? Adzab khubur pasti akan mencabut kalbu orang-orang yang mengesakan dan pasti akan terasa hampir melayangkannya, jika mereka mempunyai sedikit keyakinan tentangnya.



Kedelapan, Ketakutan yang sangat pada hari menghadap kepada Allah Ta’ala pada hari Kiamat nanti. Itulah saat kita keluar dari kuburan kita dalam keadaan menangis karena berdosa seraya memilkul seluruh kesalahan serta kedurahakaan yang telah kita perbuat, lalu kita datang untuk dihadapkan kepada pengadilan Allah SWT.



Kesembilan, Syafa’at Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, syafaat para wali, dan syafaat orang - orang yang sholeh. Sesungguhnya hal ini telah dinyatakan kebenarannya oleh kalangan ulama ahli sunnah.



Sepuluh, Rahmat dari Yang Maha Penyayang diantara para penyayang. Saat semua rahmat telah habis, semua pintu telah tertutup, dan habislah semua kemampuan para hamba. Saat itulah datang pertolongan dari Allah Yang Maha Esa lagi Maha Membalas dan datanglah rahmah dari Allah SWT, lalu Dia merahmati, menolong, dan menyayangi. Maka rahmat-Nya adalah akhir dari segalanya, yaitu rahmat dari Yang Maha Penyayang diantara para penyayang.



Selanjutnya Ibnu Taimiyah mengatakan, bahwa barang siapa yang terlewatkan dari sepuluh macam amalan penghapus dosa ini. Maka sesungguhnya dia pasti masuk neraka dengan sebenarnya, karena sesungguhnya dia telah lari dari Allah SWT seperti unta yang lari dari pemilikinya dan dia telah pergi dari Allah SWT, sebagaimana seorang budak pembangkang yang pergi dari tuannya

Shalat Tepat Waktu Supaya Rezeki Tepat Waktu


Sahabat fillah, simak dialog berikut ini supaya kita dapat memetik hikmahnya. Sesungguhnya shalat yang paling afdhal adalah shalat tepat waktu. Ingin rezeki lancar dan tidak tertunda - tunda, shalatlah tepat waktu.

Penanya : “Kerja disini digaji pak?”

Satpam : “Iya dong pak.”

Penanya : “Alhamdulillah ya, masih bisa kerja dan digaji. Sementara ada orang lain yang ngga’ punya pekerjaan apalagi digaji”

Satpam : “Iya sih, pak. Tapi, Saya bosan pak, sudah 7 tahun begini terus ..... jadi satpam aja. Gaji pun naik ala kadarnya.”

Penanya : “Ooo begitu ya pak. Ohya, sudah shalat pak?”

Satpam : “Belum. Nanti aja, tanggung. Jam 5-an aja deh.”

Penanya : “Wah, sekarang jam 3-an, waktunya ashar. Kalau bapak shalat jam 5 berarti menunda shalat 2 jam. Kalau satu hari ada 5 waktu shalat, rata-rata bapak menunda 5 x 2 jam = 10 jam. Artinya Satu minggu bapak menunda 7 x 10 jam = 70 jam. Satu bulan 4 x 70 jam = 280 jam. Satu tahun bapak menunda 12 x 280 jam = 3360 jam. Dan akhirnya selama 7 tahun bapak telah menunda shalat selama 7 x 3360 jam = 3520 jam atau sama dengan 3 tahun. Nah, jadi dari 7 tahun yang bapak merasa bosan itu, bapak telah kehilangan 3 tahun menunda shalat.”

Satpam : “Wah, iya-ya pak. Banyak banget ya.”

Penanya : “Iya pak. Wajar kalau rezeki bapak tertunda juga.”

Penanya : “shalatlah tepat waktu pak. Kalau sudah bisa, shalatlah berjama’ah, kalau sudah bisa, tambahkan dengan yang sunah, kalau sudah bisa, lengkapi dengan shalat Dhuha dan Tahajud. Lalu sempurnakan dengan sedekah. Shalat Tepat Waktu Supaya Rezeki Tepat Waktu”

Satpam : “Iya pak, astaghfirullah. Jadi selama ini saya sendiri yang menjadi penyebab tertundanya rezeki Allah turun.”

Nyeessss, bagai es segar yang mengguyur udara panas dibulan  ini, beberapa kalimat tanya - jawab antara seorang ustadz yang sering tampil di TV dengan seorang satpam SPBU itu memberikan kesegaran, kesejukan sekaligus efek kejut buat kita yang selama ini masih sering melewatkan shalat di awal waktu. Mungkin juga sebagian rezeki yang tertunda selama ini adalah buah dari ketidak taatan kita pada perintah Sang Pemilik Kekayaan dan Pemberi rezeki. Astaghfirullahal’adziim. Yaa Robb ampuni dan kasihilah hamba-Mu ini

KISAH SANG GADIS KECIL


Beberapa tahun yang lalu , saat itu saya masih bekerja di sebuah Restoran fastfood sebagai pelayan. Seorang ibu tiba tiba mendatangi saya, dia mengaku kenal dengan saya dan pernah bertemu dengan saya. Saya sendiri jujur tidak mengenalinya, akhirnya ibu tersebut menjelaskan dimana dia merasa pernah bertemu saya. Sebuah Rumah Sakit Pusat Nasional Negeri ini.



Saya hanya bisa termangu waktu itu, tidak bisa berkata apa apa. Ingatan saya kembali ke tiga tahun sebelumnya di mana saya memang sering terpaksa ke sana sampai akhirnya saya hentikan karena vonis yang membuat saya shock, dan juga biaya yang saya keluarkan tidak seimbang dengan penghasilan saya waktu itu sebagai seorang pelayan.



Ibu itu mengenalkan pada saya Dua orang putrinya yang bersemangat memakan 'burger' mereka sambil bercanda. Satu anak memakai pakaian muslim berwarna kuning gading lengkap dengan jilbabnya berusia sekitar 7 tahun dan seorang lagi memakai baju muslim berwarna pink dengan jilbab di lepas tergeletak di atas meja, gadis kecil itu berusia sekitar 5 tahun, sedang lucu lucunya untuk seorang anak, bercanda riang dengan kakaknya seakan tidak memiliki beban apapun,berbeda dengan ibunya yang terlihat lelah. Gadis kecil itulah alasan kenapa sang ibu mengenali saya.



Sejak bayi, gadis kecil itu sudah harus mengikuti perawatan di Rumah Sakit tersebut di bawah departemen khusus bernama departemen Thalassaemia. Thalassaemia Mayor. Awalnya perawatan di lakukan dua bulan sekali untuk mendapatkan "isi ulang" / transfusi karena itulah satu satunya yang bisa membuatnya bertahan,tapi ketika bertemu saya sang ibu memberi tahu bahwa gadis kecil itu sekarang harus mendapat "isi ulang" dua minggu sekali dan itu dengan biaya yang tidak sedikit. Untunglah ada sebuah yayasan yang di khususkan untuk membantu penderita Thalassaemia Mayor baik dari biaya maupun aktivitas sehingga mereka tidak merasa sendiri dan tetap berjuang dan mencoba bertarung melawan waktu walau suatu saat waktu juga yang akan mengakhiri




Ibu itu akhirnya pamit membawa dua anaknya, masih terbayang di mata saya gadis kecil memakai baju pink melompat dari atas kursi dipegangi ibunya, meloncat loncat riang sambil memberikan jilbabnya dan menolak ketika sang ibu mencoba memasangnya kembali, menatap saya sebentar dengan matanya yang bundar, mukanya yang lucu, tingkahnya yang menggemaskan, tetap riang dan tanpa beban meskipun "mungkin"tidak akan pernah merasakan Dewasa.




===
Beberapa hari yang lalu saya mendapat kabar dari teman saya, Gadis kecil itu telah pergi, terbang tinggi menemui yang menciptakannya. Terbayang kembali di mata saya matanya yang bundar, mukanya yang lucu dan tingkahnya yang mengemaskan tanpa beban meski akhirnya harus tetap menyerah. Waktunya sudah berakhir.



Ya Allah semoga engkau menjadikannya bidadari di surgaMu,menjadi penolong bagi orang tuanya, terutama ibu yang selalu menemaninya kemanapun dia pergi dan kakaknya yang bahkan merelakan sekolahnya untuk menemaninya bermain, Ya Allah berilah kekuatan kepada ibunya untuk tetap tabah dan menjalani hidup di jalanMu, karena ku akui Ya Allah, banyak di antara kami yang mencercaMu dalam hati di tengah keputusasaan, mempertanyakan keadilanMu, mengapa Kau menjadikan keluarga kami bagian cobaan ini. Ya Allah , ampunilah kami, kesalahan kami, dosa dosa kami, cercaan kami, pertanyaan kami. Dan masukanlah kami dalam umatMu yang engkau ridhoi.



Selamat jalan Gadis kecil...Terbanglah tinggi...Suatu saat kami pun pasti menyusulmu...Sampai bertemu lagi...Sampai bertemu lagi



Jakarta, 1 Desember 2011
Didedikasikan untuk seorang gadis kecil yang di renggut Thalassaemia.

Hewan Qurban Terbaik



Hewan Qurban


Pada saat menjelang pelaksanaan Idul Qurban, saya di tunjuk untuk menjadi salah satu panitia pelaksana Qurban di kantor tempat saya bekerja. Pada saat pulang bekerja, saya dengan rekan kerja pergi guna membeli hewan Qurban ke tempat penjualan hewan Qurban dari dana yang dititipkan panitia kepada saya dan rekan.



Saat sampai di tempat penjualan hewan Qurban, penjual hewan Qurban sedang sibuk melayani pembeli yang banyak berdatangan. Begitu juga dengan banyak pembeli yang terlihat sibuk memilih serta menawar harga hewan Qurban pilihan mereka guna memenuhi seruan ber Qurban pada hari raya Idul Adha nanti.



Saya dan rekan mesti menunggu agak lama sambil melihat lihat hewan Qurban yang tersedia dilokasi tersebut. Tapi, diantara banyaknya para pembeli yang sedang menunggu dan antri. Terdapat seorang ibu tua yang tengah memikul bakul jualan yang berisi kemoceng, sapu lidi dan barang barang lain. Terlihat sangat sabar, ibu tua tersebut berdiri melihat lihat pembeli yang tengah sibuk memilih hewan Qurban serta sedang menawar harga hewan Qurban tersebut pada penjual.




Sesudah itu tiba giliran saya dan rekan yang dilayani oleh penjual hewan Qurban tersebut. Sesudah memilih hewan Qurban yang cocok dan terjadi kesepakatan, kemudian penjual hewan Qurban tersebut mengambil dan mengisi kwitansi pembelian untuk saya dan rekan. Saat menunggu tersebut saya menghampiri ibu tua tadi dan bertanya ada perlu apa sampai rela lama menunggu disana.



Hati saya sempat berkata, mungkin ibu ini sedang menunggu sedekah dari penjual hewan Qurban tersebut. Tapi, betapa kagetnya saya saat mendapat jawaban dari ibu tua tersebut bahwa dirinya juga sedang ingin membeli hewan Qurban untuk di kurbankan atas nama dirinya sendiri.



"Alhamdulillah kasep (panggilan kasih sayang di daerah jawa barat), sudah beberapa tahun ibu terakhir rutin membeli kambing Qurban," ujarnya.



Bagaimana caranya ibu bisa membeli hewan Qurban sedangkan kerjaan ibu hanya berjualan kecil kecilan, tanya saya dengan hati hati pada ibu tua tersebut. Dan tidak lama kemudian ibu tua tersebut menjelaskan bahwa dirinya setiap hari menyisihkan seribu sampai dua ribu rupiah dari hasil berjualannya. "Alhamdulillah,jika sedang laku banyak, Ibu bisa menyisihkan tiga ribu sampai lima ribu rupiah kasep, tapi inipun jarang sekali kasep" sambung Ibu tua tersebut



"Jika dalam sehari seribu, dua ribu atau tiga ribu rupiah. Maka dalam satu tahun ibu dapat mengumpulkan uang sekitar 700 ribu lebih. Ini cukup untuk membeli kambing hewan Qurban yang terbaik menurut ibu." lanjut ibu tua tersebut menjelaskan.



Duh Nyes sekali rasanya hati ini...Sayapun hanya terdiam mendengar cerita ibu tua tersebut. Bila ibu tua tersebut saja bisa dengan sabarnya menyisihkan hasil jualannya setiap harinya demi keinginan terbesar agar dapat berqurban setiap tahunnya. Semestinya tidak ada alasan apapun bagi saya dan kereka yang kaya guna tidak melaksanakan ibadah Qurban setiap tahun. Saya tidak usah mengumpulkan uang jika mau membeli kambing hewan Qurban terbaik seperti yang di alami oleh ibu tua tersebut.



Dan lagi penghasilan saya dapat di bilang di atas rata rata yang lain, bahkan tidak hanya dapat membeli kambing hewan Qurban tapi seharusnya membeli sapi hewan Qurban pun saya mampu dalam satu gajian. Mungkin hanya butuh sedikit manahan keinginan untuk menonton di boskop, memakan makanan mewah, menginap di hotel bintang lima maupun membeli aksesoris mobil yang tidak ada puasnya.



Hal inilah yang menjadi renungan saya pada setahun terakhir ini. Jika ibu tua tersebut mesti menyisihkan seribu, dua ribu hingga lima ribu rupiah setiap hari dari hasil keringatnya berjualan setiap harinya dengan memikul bakul dagangannya. Yang paling hanya memperoleh keuntungan sepuluh ribu hingga dua puluh ribu rupiah setiap harinya. Maka, apakah saya telah cukup berani dan lapang hati dan ikhlas guna menyisihkan sepuluh persen dari penghasilan saya setiap bulannya untuk keinginan besar berqurban?.



Jujur saya belum dapat seperti ibu tua tersebut yang dengan ikhlas berqurban dengan hewan Qurban terbaik sesuai kemampuannya. Semestinya saya juga dapat berqurban dengan hewan Qurban yang terbaik dan sesuai dengan kemampuan saya. Ibu tua tersebut benama Ummi Kultsum, 71 tahun. Mempunyai 7 orang anak serta 18 cucu ini. Beliau juga sering menjual makanan kering, donat, risol, nasi uduk di rumahnya yang sederhana (cerita dari si Ibu tua

MASA IDAH


Yang dimaksud masa idah merupakan masa menunggu bagi wanita dengan tujuan untuk mengetahui kosongnya rahim, atau dilakukan dalam rangka ibadah, atau dalam rangka berkabung atas meninggalnya suami. Seorang wanita tidak boleh dinikahi pada masa idahnya. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis idahnya.” (QS. Al Baqarah: 235). Imam Nawawi menyebutkan, “Tidak boleh menikahi wanita yang berada pada masa idah karena suatu sebab. … Salah satu tujuan masa idah adalah untuk menjaga nasab. Jika kita membolehkan nikah pada masa tersebut, tentu akan bercampurlah nasab dan tujuan nikah pun jadi sia-sia (karena kacaunya nasab).” (Al Majmu’, 16: 240)

Apa saja masa idah bagi wanita?

idah itu ada tiga macam:

  1. idah hitungan quru’
  2. idah hitungan bulan
  3. idah wanita hamil

1. idah hitungan quru’

idah bagi wanita yang masih mengalami haidh (bukan monopause) dan diceraikan suaminya adalah dengan hitungan quru’.

Allah Ta’ala berfirman:
“Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’.” (QS. Al Baqarah: 228).

Apa yang dimaksud tiga quru’?
Mengenai makna quru’, di sini ada khilaf di antara para ulama. Ada yang menganggap quru’ adalah suci, berarti setelah tiga kali suci, barulah si wanita yang diceraikan boleh menikah lagi. Ada pula ulama yang menganggap quru’ adalah haid.

Contoh: Wanita ditalak tanggal 1 Ramadhan (01/09). Kapan masa idahnya jika memakai tiga kali haidh atau tiga kali suci? Coba perhatikan tabel berikut ini.

01/09 Talak ketika Suci
05/09 – 11/09 Haidh
11/09 – 05/10 Suci
05/10 – 11/10 Haidh
11/10 – 05/11 Suci
05/11 – 11/11 Haidh
11/11 Suci


Jika yang menjadi patokan adalah tiga kali suci: masa idah dimulai dihitung ketika masa suci saat dijatuhkan talak dan berakhir pada tanggal 5/11 (5 Dzulqo’dah) saat muncul darah haidh ketiga. Di sini masa idah akan melewati dua kali haidh.
Jika yang menjadi patokan adalah tiga kali haidh: masa idah dimulai dihitung dari haidh tanggal 5/9 (5 Ramadhan) dan berakhir pada tanggal 11/11 (11 Dzulqo’dah) setelah haidh ketiga selesai secara sempurna. Di sini masa idah akan melewati tiga kali haidh secara sempurna.

Jika kita perhatikan, hitungan dengan tiga kali haidh ternyata lebih lama dari tiga kali suci.

Manakah di antara dua pendapat di atas yang lebih kuat? Tiga kali suci ataukah tiga kali haidh?

Pendapat yang lebih kuat setelah penelusuran dari dalil-dalil yang ada, yaitu makna tiga quru’ adalah tiga kali haidh. Pengertian quru’ dengan haidh telah disebutkan oleh lisan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri. Beliau berkata kepada muslimah yang mengalami istihadhoh,

“Sesungguhnya darah (istihadhoh) adalah urat (yang luka). Lihatlah, jika datang quru’, janganlah shalat. Jika telah berlalu quru’, bersucilah kemudian shalatlah di antara masa quru’ dan quru’.” (HR. Abu Daud no. 280, An Nasai no. 211, Ibnu Majah no. 620, dan Ahmad 6: 420. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Yang dimaksud dalam hadits ini, makna quru’ adalah haidh. Pendapat ini dianut oleh kebanyakan ulama salaf seperti empat khulafaur rosyidin, Ibnu Mas’ud, sekelompok sahabat dan tabi’in, para ulama hadits, ulama Hanafiyah dan Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya. Imam Ahmad berkata, “Dahulu aku berpendapat bahwa quru’ bermakna suci. Saat ini aku berpendapat bahwa quru’ adalah haidh.” (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 29: 308)

Kami tidak membawakan perselisihan ini lebih panjang. Itulah kesimpulan kami dari dalil-dalil yang kami pahami. Yang berpendapat seperti ini pula adalah guru kami –Syaikh Sholeh Al Fauzan- (Al Mulakhos Al Fiqhiyyah, 2: 426) dan penulis kitab Shahih Fiqh Sunnah, Syaikh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim (Shahih Fiqh Sunnah, 2: 319-322).

Catatan:
Hitungan idah menggunakan kalender Hijriyah, bukan kalender Masehi.
Talak yang syar’i jika dilakukan ketika: (1) suci dan (2) belum disetubuhi.

2. idah hitungan bulan

idah dengan hitungan bulan ada pada dua keadaan:

(1) masa idah dengan hitungan 3 bulan (hijriyah) yaitu bagi wanita yang ditalak sebagai ganti hitungan haid, boleh jadi pada wanita monopause (yang sudah tidak mendapati haid lagi) karena sudah beruzur, atau tidak mendapati haid karena masih kecil, atau sudah mencapai usia haid, namun belum juga mendapati haidh. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid.” (QS. Ath Tholaq: 4).

(2) masa idah selama 4 bulan 10 hari (kalender hijriyah), yaitu bagi wanita yang ditinggal mati suaminya, baik sebelum disetubuhi ataukah sesudahnya, baik wanita yang dinikahi sudah haid ataukah belum pernah haidh, namun dengan syarat wanita yang ditinggal mati bukanlah wanita hamil. Allah Ta’ala berfirman:

“Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber’iddah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis idahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.”
(QS. Al Baqarah: 234)

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak dihalalkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk berkabung atas kematian seseorang lebih dari tiga hari, kecuali atas kematian suaminya, yaitu (selama) empat bulan sepuluh hari.” (HR. Bukhari no. 5334 dan Muslim no. 1491)

3. idah wanita hamil

Masa idah wanita hamil adalah sampai melahirkan baik idahnya karena talak atau karena persetubuhan syubhat (seperti karena dihamili karena zina). Karena tujuan dari masa idah adalah untuk membuktikan kosongnya rahim, yaitu ditunggu sampai waktu lahir. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya.” (QS. Ath Tholaq: 4).

Para ulama berselisih pendapat, bagaimana jika wanita yang ditinggal mati suami dalam keadaan hamil?

Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa masa idahnya berakhir ketika ia melahirkan, baik masa tersebut lama atau hanya sebentar. Seandainya ia melahirkan 1 jam setelah meninggalnya suaminya, masa idahnya berakhir dan ia halal untuk menikah.

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.




NIKAH YUUK!!

" Nikah...Belom kepikiran nih." atau " Ya sih. tapi calonnya cari di mana?" nah, yang jawab begini pasti sudah pingin (ehm ehm).
Menikah adalah Sunah Rosul SAW, setiap kita pasti ingin. Tapi sudahkah kita mempersiapkan diri menghadapinya?
saat ini kita melihat ada fenomena pelecehan terhadap lembaga perkawinan, bekalilah diri kita agar tidak jadi bagian darinya. Sebelum ada zina menikahlah.
Bukankah Rosul berkata bahwa salah satu orang yang akan di tolong Allah adalah yang menikah karena hendak menjaga kesuciannya. Rosul bersabda. wahai pemuda, barangsiapa yang telah mampu kawin, maka kawinlah. karena itu dapat menundukan pandangan dan lebih dapat memelihara kemaluan. dan barangsiapa yang belum mampu kawin, maka berpuasalah, karena puasa akan menjadi perisai baginya." (HR Ahmad).


Siap siap dari sekarang

1. Persiapkan diri dengan matang
Menikah bukan urusan sembarangan, kadarnya barangkali sama dengan menghadapi peperangan. Persiapan kudu ada, kalau tidak kita akan mati konyol atau kalah telak dalam pertempuran.


2. Mulai dari sekarang
mempersiapkan diri menuju pernikahan seharusnya sudah dilakukan sejak seseorang masih bujang atau gadis. bukan hanya sebulan dua bulan menghadapi pelaminan. bisa stres!!
Prof Dr dr H Dadang hawari dalam tulisannya amembagi persiapan pernikahan kedalam tiga aspek, yaitu: Aspek Fisik, mental dan psikososial.
Aspek fisik meliputi usia dan kondisi fisik. Aspek mental meliputi Kepribadian dan pendidikan. sedangkan Aspek Psikososial meliputi agama, latar belakang budaya, latar belakang keluarga, pergaulan serta
pekerjaan dan kondisi materi.


3. Komitmen dan tanggung jawab
 Dari tiga aspek yang di sebutkan Prof Dr dr H dadang Hawari tadiyang paling mendasar adalah aspek psikologis. banyak pemuda dengan usia yang lebih dari cukup dan fisik yang sudah matang tapi belum juga menikah. Barangkali dua kata ini bisamemberikan jawaban. Komitmen dan tanggung jawab.
niat menikah akan mentah bila belum berani berkomitmen dan bertanggung jawab.


4. Orang tua perlu turun tangan



Untuk mencapai pernikahan yang barokah dan bahagia selayaknya aspek aspek persiapan di atas memang harus sudah ada sebelum kita menikah. tapi bagaimana bila aspek fisik dan kejiwaan sudah oke tapi belum ada kesiapan Finansial? Solusinya tentu saja merujuk pada hadits Rosul saw di atas yaitu berpuasa. tapi bagaimana jika berpuasa ternhyata tidak mampu meredam. Sharing dengan orang tua adalah langkah yang tepat, mungkin mereka bisa membantu memberi tambahan modal finansial untuk menikah. tapi jangan di manfaatkan dengan meminta yang macam macan. Sudah minta sama orang tua pingin pesta tujuh hari tujuh malam pula, itu durhaka namanya.




Pada dasarnya menikah itu tidak butuh biaya yang besar walau bukan berarti tanpa biaya. yang penting dalam pernikahan itu adalah di penuhinya semua syaratnya. Seprti ada pengantin tentunya, penghulu, wali buat wanita, saksi dan mas kawin. bila itu sudah ada ijab kabul bisa dilaksanakan dan tentunya dengan tambahan saksi dari kantor urusan agama agar pernikahan kita tidak hanya sah dan halal. Tapi juga sah di mata hukum negara. Untuk uruan pesta itu bukan syarat pernikahan.
Nah semoga beruntung