Google+ Followers

Senin, 18 Februari 2013

KISAH ISTRI NABI IBRAHIM AS bag 1 { SITI SARAH & SITI HAJAR }

Sarah termasuk wanita tercantik dan paling bakti kpd Allah dan suaminya.

Inilah istri salah seorang dari rasul Ulul `Azmi, rasul mulia tsb ialah Al Khalil Ibrahim alaihis salam.
Di kisah wanita tsb terdapat sesuatu yg menghibur telinga & jiwa, Allah Ta`ala memuat kisahnya di banyak tempat dan ia disebut di banyak hadits2 Nabawi yg mulia.

Dialah SARAH. Wanita yg berbicara dgn para malaikat Allah dan para malaikat berbicara dengannya tentang kabar gembira yg membuatnya tertawa bahagia, karena Allah ta`ala menganugrahi nikmat yg bisa ia lihat dgn mata kepalanya & nikmat yg tetap berkahnya sepeninggalnya hingga waktu yg dikehendaki Allah Azza wa Jalla.


IBRAHIM & SARAH
Sumber2 yg ada menunjukan bhw Ibrahim tadinya hidup di Babil, di Irak, dan menikah dgn Sarah yg masih merupakan kerabat beliau. Sarah beriman kpd risalah Ibrahim, begitu pula keponakan beliau, Luth.

Ketika itu seluruh pendu2k bumi adlh org2 kafir yg tdk mengetahui agama & hny mengetahui tuhan2 dlm bentuk bintang2 dan patung2 yg menguasai hati sebagian besar manusia, jadi tdk ada yg beriman kpd Allah selain Ibrahim Al Khalil, Sarah dan keponakan Ibrahim, Luth.
Menurut sumber2 trpercaya bahwa Sarah diberi kecantikan luar biasa yg membuatnya mjadi wanita trcantik pada zamannya.



SARAH DAN COBAAN
Sarah mendapat coban karena kecantikannya, ketika ia masuk ke Mesir.
Palestina, tempat tinggal Ibrahim dilanda kekeringan dan paceklik, untuk itu Ibrahim brsama istrinya berangkat ke Mesir.

Ketika keduanya tiba di Mesir, Ibrahim tahu bhw penguasa Mesir adlh org yg doyan perempuan, oleh karena itu, Ibrahim mngkhawatirkan istrinya, Sarah, lalu Ibrahim berkata kpd Sarah “Penguasa Mesir ini pasti akan brtanya kepadaku tentang dirimu, aku akan mnjawab bhw engkau adlh saudara perempuanku, jadi jgn membantahku disisinya, karena di dunia ini tdk ada orang muslim selain aku dan engkau, dan sesungguhnya engkau adlh saudaraku di kitabullah”

Di Mesir, salah seorang pejabat Mesir melihat Sarah, karenanya ia segera pergi dan masuk menemui rajanya, pejabat tsb brkata “Paduka, seorang wanita telah datang ke Mesir dan ia hanya layak dimiliki orang seperti paduka, karena kecantikannya nyaris menutupi matahari di siang hari”

Wajah sang raja Mesir brbinar2, mulutnya mngumbar senyum lebar dan trlukis tanda2 ridha di wajahnya kpd pejabatnya tsb, lalu sang raja berkata kpd si pejabat tadi “Pergilah dan bawa wanita tsb kemari”


Lalu sang pejabat pergi hingga tiba di tempat Ibrahim dan istrinya, sang pejabat berkata kpd Ibrahim “Sesungguhnya raja menyuruhku membawa wanita ini kepadanya”


Sarah brjalan dan masuk ke istana Mesir, ia tdk gelap mata dgn tahta2 yg di tinggikan, gelas2 yg diletakkan, bantal2 sandaran yg disusun dan permadani2 mewah yg terhampar, matanya tdk menoleh tiang2 tinggi dan tembok2 yg menjulang, ia tdk begitu peduli dgn para pelayan dan anak2 istana yg berkeliling ke kanan dan ke kiri.


Hati Sarah hanya terpaut kpd Allah, ia terus berhubungan denganNya dgn damai dan tenang, hatinya penuh dgn keyakinan bhw ia berada dlm pengawasan Allah, Tuhan semesta alam.


Hati Sarah terus brlarut dlm dzikir kpd Allah, ruhnya lbh senang menyatu dgn rahasia ilahi, mulutnya tdk henti2nya menyanjung Allah, dan ia tdk brhenti dari dzikir kpd Allah sedetik pun.


Seluruh panca indranya mnyatu kpd Allah dgn ikatan kuat dan kokoh, Sarah tahu bhw ia trmasuk hamba2 Allah yg salih, ia tahu bhw ia istri nabi mulia disisi Allah, jadi ia yakin bhw Allah tdk akan menelantarkannya.


Sarah brusaha melihat Allah dgn mata hatinya agar ia damai denganNya dan brnaung di bawah naungan rahmatNya serta brlindung dibalik bentengNya yg amat kokoh pada saat2 kritis tsb.
Disisi lain, raja Mesir amat trpesona dgn kecantikan Sarah, raja Mesir merasa sepertinya ada kegemetaran yg mngalir di tubuhnya dan ia tdk tahu hakikat kegemetaran tsb, hanya saja ia merasa ketakutan mnyelimuti hati dan mnguasai perasaannya.


Kegemetaran tsb adlh pringatan Ilahiyah. Lalu sang raja melihat Sarah utk kedua kalinya dgn pandangan yg mngandung pnghkhianatan, Ya, kegemetaran lain menyusup ke tulang prsendiannya terutama ketika setan brbisik kepadanya “Mendekatlah engkau kpd wanita tersebut”


Raja Mesir mndekatkan diri kpd Sarah dan hendak menyodorkan tangan utk menjamahnya, namun tiba2 seluruh badannya menjadi kaku, ia tdk tahu apa yg harus ia prbuat, ia merasa seperti ada kekuatan yg menghentikan nafas, gerakan, tangan dan hanya mulutnya saja yg bisa digerakan. Ketakutan mnyelimuti hati sang raja, hatinya nyaris trkoyak2, sungguh ketakutan turun kpdnya dan ketakutan tsb mengguncangnya dgn dahsyat, ia terbenam dan nyaris trperosok dan ia benar2 tdk tahu apa yg harus diperbuat.

Disisi lain, Sarah terus terhanyut dlm munajat hangat dgn tuhannya, dan ia merasa ada sinar yg mnyinari jiwanya, dan ada ketenangan yg menetap di hatinya yg bagian dalam, serta kedamaian yg benar2 ia rasakan.


Sarah berkata “Ya Allah, jika Engkau mngetahui aku beriman kpd-Mu dan rasulMu, serta Engkau tahu aku menjaga kemaluanku kecuali utk suamiku, maka jangan kuasakan org kafir ini kepadaku”
Lalu sang raja Mesir brkata kpd Sarah “Hai perempuan., brdo`alah kpd tuhanmu agar Dia membebaskanku, jika itu engkau lakukan, aku tdk akan menganggumu dan tdk akan mengulangi perbuatanku yg engkau benci ini”


Lalu Sarah berdo`a kpd Allah agar Dia melepaskan raja yg zhalim ini, dan seketika itu pula sang raja terbebas laksana diikat tali kemudian dilepaskan, namun setan kembali merayu sang raja agar ia mengulurkan tangannya lagi kpd wanita ju2r ini, Sarah istri Ibrahim, dan melanggar janjinya, namun tiba2 kali ini tangannya menjadi lumpuh dan ditarik dgn tarikan yg amat kuat, ketika itu pula sang raja berkata lagi kpd Sarah

“Berdo`alah engkau kpd tuhan yg engkau sembah, agar Dia melepaskanku dan aku benar2 berjanji tdk akan mengulangi perbuatan keji ini” kemudian Sarah berdo`a lagi kpd Allah dan seketika itu pula sang raja terbebas kembali. Kejadian seperti itu terjadi dan berulang hingga beberapa kali, hingga akhirnya, sang raja benar2 dibuat tdk berdaya, sekujur badannya lumpuh layu, dan ia melihat Sarah dgn pandangan penuh harap, dan meminta belas kasihan dari Sarah, lalu sang raja berkata kpd Sarah dgn suara lirih “Hai perempuan, ampuni aku, dan berdo`alah kepada tuhanmu agar Dia membebaskan aku, dan aku tdk akan mengulangi perbuatanku utk selama2nya”


Ketika Sarah melihat keseriusan sang raja, maka iapun kembali berdo`a kpd Allah utk membebaskan sang raja, dan dgn seketika sang raja terbebas dan tubuhnya menjadi normal kembali seperti sedia kala.
Sang raja berkata kpd Sarah dgn suara lirih “Hai perempuan, betapa taatnya tuhanmu ketika engkau berdo`a untukku”
Sarah berkata kpd sang raja dgn penuh keyakinan iman “Dan engkau sendiri pun bisa begitu, jika engkau taat kpd tuhan tersebut, niscaya Dia akan taat kepadamu”



Allahu akbar, Allah Maha besar, betapa agungnya kata2 diatas, “Sungguh, jika engkau taat kepadaNya, niscaya Dia juga akan taat kepadamu” Allahu akbar, Allah Maha besar, jadi jujur bersama Allah akan menghasilkan kemukjizatan dan membuat org bisa berkata penuh hikmah dan tepat. Sungguh betapa indahnya berhubungan dgn Allah.


Adapun sang raja Mesir, setelah kejadian tsb, ia segera memanggil pejabat yg membawa Sarah kepadanya, dan lalu ia berkata “Keluarkan wanita ini dari hadapanku, karena engkau tdk datang kepadaku dgn membawa wanita melainkan setan” (syaikh Ibnu Hajar menjelaskan tentang hal ini “bhw sebelum kedatangan islam, manusia sangat mendewa2kan jin, dan mereka berpendapat bhw seluruh kejadian luar biasa yg terjadi adlh karena prbuatan jin)
Kemudian sang raja menghadiahkan budak wanita bernama HAJAR kpd Sarah, dan setelah itu ia memerintahkan agar Sarah dan Ibrahim keluar dari negrinya.

insyaAllah bersambung..